Tampilkan postingan dengan label Hama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hama. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Maret 2017

Hama, Penyakit Dan Pengendalian Pada Tanaman Kubis – Nasa



Tanaman kubis sangat bagus tumbuh di dataran tinggi.Sehingga faktor teknik budidaya dan hama serta penyakit tanaman kubis yang mungkin masih banyak para petani kubis yang belum memahaminya, sehingga banyak petani yang enggan untuk menanamnya. Akan kami kupas mengenai hama dan penyakit tanaman kubis serta teknik penanggulangannya dengan menggunakan Pupuk Organik Nasa dan Pestisida Organik Nasa yang telah terbukti mampu membantu para petani untuk meningkatkan produksi hasil panen kubis.
Adapun hama dan penyakitnya sbb :

HAMA

Ulat tritip/ulat daun ( Plutella xylostella )
  • Gejala : Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau. Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida.
  • Pengendalian :
  1. Dengan mematikan ulat tritip yang ada pada tanaman kubis.
  2. Untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.
  3. Apabila Tanaman sudah terkena hama ulat tsb lakukan penyemprotan produk nasa yang berupa Natural Pentana dan lakukan penyemprotan di sore hari.
Ulat krop/jantung kubis ( Crocidoomia binotalis )
  • Gejala : Sering menyerang titik tumbuh sehingga disebut sebagai ulat jantung kubis. Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar dari ulat tritip, jika sudah besar garis-garis coklat. Jika diganggu agak malas untuk bergerak. Berbeda dengan ulat tritip yang telurnya diletakkan secara menyebar, ulat jantung kubis meletakkan telurnya dalam satu kelompok.
  • Pengendalian :
  1. Dengan mematikan ulat  yang ada pada tanaman kubis.
  2. Untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.
  3. Apabila Tanaman sudah terkena hama ulat tsb lakukan penyemprotan produk nasa yang berupa Natural Pentana dan lakukan penyemprotan di sore hari.
Ulat Grayak ( Spodoptera Litura )
  • Ulat grayak juga mau menyerang kubis.
  • Pengendaliannya :
  1. Dengan mematikan ulat yang ada pada tanaman kubis.
  2. Untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.
  3. Apabila Tanaman sudah terkena hama ulat tsb lakukan penyemprotan produk nasa yang berupa Natural Pentana dan lakukan penyemprotan di sore hari.
Ulat Tanah (Agrotis Ipsilon)
  • Gejala : Ulat berwarna hitam. Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kubis yang masih kecil.
  • Pengendalian
  1. Membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong.
  2. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa dicampurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat.
  3. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio dicampurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis yang mau ditanamkan.
  4. Untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.

PENYAKIT

Akar Pekuk  ( Plasmodiophora brassicae Wor )
  • Gejala :
  1. Adanya bintil-bintil atau kelenjar yang tidak teratur yang selanjutnya bersatu menjadi bengkakan memanjang yang mirip batang (gada)
  2. Rusaknya jaringan akar menyebabkan jaringan pengangkutan terganggu sehingga tanaman menjadi merana, daun-daunnya berwarna hijau kelabu, dan lebih cepat layu daripada daun yang biasa
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Super Nasa dicampurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki,lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio dicampurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis  yang mau ditanamkan.
Bercak Daun Alternaria (Alternaria brassicae) Sacc
  • Gejala :
  1. Pada daun terdapat becak-becak kecil berwarna kelabu gelap pada daun, yang meluas dengan cepat sehingga menjadi becak bulat mencapai diameter 1 cm.
  2. Pada cuaca lembab tampak sebagai bulu-bulu halus kebiruan di pusat becak.
  3. Didalam becak terdapat cincin-cincin sepusat. Pada tangkai, batang, dan polongan (buah) becak berbentuk garis.
  4. Penyakit lebih banyak terdapat  pada daun-daun tua. Jika pada daun terdapat banyak becak, daun akan cepat mati sehingga produksi akan terpengaruh.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Super Nasa dicampurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki, lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio dicampurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis yang mau ditanamkan.
  3. untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.
Penyakit Busuk Hitam
  • Gejala :
  1. Mula-mula di tepi daun terdapat daerah-daerah yang berwarna kuning atau pucat, yang kemudian meluas ke bagian tengah. Didaerah ini tulang-tulang daun berwarna coklat tua atau hitam dan bisa masuk ke dalam batang.
  2. Jaringgan helaian daun yang sakit mengering menjadi seperi selaput, dengan tulang-tulang daun berwarna hitam.
  3. Umumnya penyakit mulai dari daun-daun bawah dan dapat menyebabkan gugurnya daun satu per satu.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Super Nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki, lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah difermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio dicampurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis  yang mau ditanamkan.
  3. untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot dan lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 5 hari sekali.
Penyakit Busuk Basah
  • Gejala :
  1. Gejala yang umum adalah busuk basah, berwarna coklat atau kehitaman, pada daun, batang dan umbi.
  2. Pada bagian terinfeksi mula-mula terjadi becak kebasahan. Becak membesar dan mengendap (melekuk), bentuknya tidak teratur, berwarna coklat tua kehitaman.
  3. Jika kelembaban tinggi, jaringan yang sakit tampak kebasahan, berwarna krem atau kecoklatan, dan tampak agak berbutir-butir halus.
  4. Disekitar bagian yang sakit terjadi pembentukan pigmen coklat tua atau hitam.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Super Nasa dicampurkan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat.Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki, lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis  yang mau ditanamkan.
  3. untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup/tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.
Penyakit Kaki Hitam
  • Gejala :
  1. Kanker memanjang pada pangkal batang, mula-mula berwarna coklat muda, kemudian mejadi kehitaman, yang sering dikelilingi oleh batas berwarna ungu.
  2. Dibagian tengah luka terdapat titik-titik hitam yang terdiri dari piknidium jamur penyebab penyakit.
  3. Kanker dapat meluas sehingga batang bergelang.
  4. Bagian dalam batang busuk kering berwarna coklat.
  5. Mula-mula terdapat becak warna pucat dengan batas kurang jelas yang menjadi becak bulat dengan warna kelabu ditengah.
  6. Daun-daun yang layu biasanya tetap bergantung pada tanaman, sedangkan daun-daun yang masih segar sering mempunyai tepai berwarna kemerahan.
  7. Pada tanaman penghasil benih, penyakit dapat timbul pada polongan (buah), dan biji yang terinfeksi menjadi keriput.
  8. Perakaran yang sakit akan rusak sedikit demi sedikit sehingga tanaman menjadi layu dan kemudian mati.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat.Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 ) tutup/tangki, lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu, cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan aekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman kubis  yang mau ditanamkan.
  3. untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot, lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 5 hari sekali.
Demikian info yang dapat kami persembahkan untuk meningkatkan hasil panen anda dan terhindar atau cara pengendalian hama dan penyakit dari kami nasa. Sukses selalu untuk Anda.



Pemesanan Produk Natural Nusantara (NASA)
Hubungi Kami -
Distributor Resmi PT Natural Nusantara
Jl. Dewi Sartika Raya No. 2 Rt 01/05
Semarang, Jawa Tengah kode Pos 50191
Abdillah Munir, SHi
081222593115 (Telp/SMS/WA/Line)
BBM: 5AB6F421
Amalia Amd, Keb
081901092128  (Telp/SMS/WA)
BBM: 5F41C406
Layanan konsultasi dan order :
HP Call/SMS/WA: 081222593115
 

Hama, Penyakit Dan Pengendalian Pada Tanaman Strawberry – Nasa



Tanaman strawberry yang sangat bagus tumbuh di ketinggian 1000 – 1500 dpl, dan dengan curah hujan 600 – 700 mm/tahun tersebut masih banyak para petani strawberry yang tidak mengetahui cara teknik penanggulangan hama dan penyakit tanaman strawberry mereka. Berikut Hama dan penyakit pada tanaman strawberry dan cara penanggulangannya menggunakan Pupuk Organik Nasa dan Pestisida organik Nasa yang sudah terbukti mampu meningkatkan produksi tanaman strawberry mereka.
Adapun hama dan penyakitnya sbb :
1. HAMA
Setiap jenis tanaman berkaitan dengan ekosistem mengalami gangguan diantaranya berupa serangan Hama, dan antara satu jenis tanaman dengan tanaman lainnya memiliki kekhususan dalam pengertian hama yang menyerang satu jenis tanaman belum tetntu menyerag jenis tanaman lain demikian pula cara penangannya. Berikut jenis hama yang umumnya menyerang tanaman stroberi berikut gejala serta cara penangannnya :
Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
  • Ciri : Kutu berwarna kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup bergerombol di permukaan bawah daun.
  • Gejala :  pucuk/daun keriput, keriting, pembentukan bunga/buah terhambat.
  • Pengendalian :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Supernasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Natural Glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram (fermentasi) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa (pestona + Aero-810) dengan dosis (5 + 1/4) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Tungau (Tetranychus sp. dan Tarsonemus sp.)
  • Ciri : Tungau berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, jantan berbentuk agak segi tiga dan telur kemerah-merahan.
  • Gejala : daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering dan gugur.
  • Pengendalian : Penyemprotan pestisida organik nasa (Pestona + Aero-810) dengan dosis (5 + 1/4) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) dan kumbang penggerek batang (O. sulcatus).
  • Gejala : dibagian tanaman yang digerek terdapat tepung.
  • Pengendalian : Penyemprotan pestisida organik nasa (Pestona + Aero-810) dengan dosis (5 + 1/4)tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Kutu putih (Pseudococcus sp.)
  • Gejala : bagian tanaman yang tertutupi kutu putih akan menjadi abnormal.
  • Pengendalian : Penyemprotan pestisida organik nasa (Natural BVR + Aero-810) dengan dosis 3 endok makan + 1/4 tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A. ritzemabosi)
  • Ciri : Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman.
  • Gejala : tanaman tumbuh kerdil, tangkai daun kurus dan kurang berbulu.
  • Pengendalian :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis (5 + 1/4) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
2. PENYAKIT
Tidak berbeda jauh dengan serangan hama, jenis penyakit yang dialami oleh satu tanaman berbeda dengan jenis tanaman lain, oleh karena itu sebagai tambahan informasi berikut ulasan jenis penyakit yang umumnya menyerang pada budidaya tanaman stroberi :
Kapang kelabu (Botrytis cinerea)
  • Gejala : bagian buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering.
  • Pengendalian :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Natural Glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  2. Penyemprotan pestisida organik nasa (pestona + Aero-810) dengan dosis (5 + 1/4) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks)
  • Gejala : buah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu.
  • Pengendalian :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa (Pestona + Aero-810) dengan dosis (5 + 1/4) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).
  • Gejala :
  1.  buah busuk, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh.
  2.  di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora hitam.
  • Pengendalian :
  1. membuang buah yang sakit, pasca panen yang baik dan budidaya dengan mulsa plastik.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa Supernasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  3. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram (fermentasi) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  4. Penyemprotan pestisida organik nasa (pestona + Aero-810) dengan dosis (5 + 1/4) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman)
  • Gejala : jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tidak segar, kadang-kadang layu terutama siang hari.
  • Pengendaliannya :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa (pestona + Aero-810) dengan dosis (5 + 1/4) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
  • Gejala : bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur.
  • Pengendalian :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)
  • Gejala : Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna ungu tua.
  • Pengendalian :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Bercak daun
Penyebab:
Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae,
  • Gejala : bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat yang akan berubah menjadi putih
Pestalotiopsis disseminata,
  • Gejala : bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat fua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, daun mudah gugur
Rhizoctonia solani,
  • Gejala: bercak coklat-hitam besar pada daun.
  • Pengendalian :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Busuk daun (Phomopsis obscurans).
  • Gejala: noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V.
  • Pengendalian:
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  2. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 ) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Layu vertisillium (Verticillium dahliae)
  • Gejala : daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu dan tanaman mati.
  • Pengendalian :
  1. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ) dari awal tanam.
  2. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  3. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
3. Virus
  • Ciri : Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau.
  • Gejala : terjadi perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis) sepanjang tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput, kaku, tanaman kerdil.
  • Pengendalian :
  1. menggunakan bibit bebas virus.
  2. menghancurkan tanaman terserang.
  3. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai (dikurangi 30 %) dari awal tanam.
  4. Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa natural glio yang sudah di campurkan pupuk kandang. Caranya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang trus di peram ( fermentasi ) selama 2 minggu. Setelah di peram selam 2 minggu lalu masukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 50 gr / lubang.
  5. Penyemprotan pestisida organik nasa ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Pencegahan hama dan penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun/tanaman, menanam secara serempak (untuk memutus siklus hidup), menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan keluarga Rosaceae dan memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman yang sakit. Membudidayakan stroberi dengan mulsa plastik juga akan menekan pertumbuhan hama/penyakit. Khusus untuk penyakit, perbaikan drainase biasanya dapat menurunkan serangan.
Semoga Sukses Untuk Anda.

Pemesanan Produk Natural Nusantara (NASA)
Hubungi Kami -
Distributor Resmi PT Natural Nusantara
Jl. Dewi Sartika Raya No. 2 Rt 01/05
Semarang, Jawa Tengah kode Pos 50191
Abdillah Munir, SHi
081222593115 (Telp/SMS/WA/Line)
BBM: 5AB6F421
Amalia Amd, Keb
081901092128  (Telp/SMS/WA)
BBM: 5F41C406
Layanan konsultasi dan order :
HP Call/SMS/WA: 081222593115
 

Hama, Penyakit Dan Pencegahan Pada Tanaman Melon – Nasa



Agrobisnis melon harus dilakukan secara cermat,tepat dan selalu waspada. Karena ketika penyemprotan terhadap tanaman melon tertunda sehingga berakibat  terjadinya  serangan hama ataupun penyakit yang akan berakibat kerugian bagi para petani. Apalagi jika sampai terjadi gagal panen, hal demikian tentu saja tidak diharapkan terjadi. Oleh karena hal tersebut, maka penting sekali pemahaman akan gangguan yang umum terjadi dalam budidaya melon, Apalagi dengan pemakaian Pupuk Organik Nasa yang telah terbukti bagi para petani mampu meningkatkan produksi tanaman melon mereka,serta pemakaian Pestisida Organik Nasa yang telah terbukti mengurangin angka serangan hama pada tanaman.Adapun Hama dan Penyakit pada tanaman melon sbb :

HAMA

Jenis Hama yang umum menyerang tanaman melon, berikut gejala serta cara penanganannya adalah sebagai berikut:
1. Kutu aphids (Aphis gossypii Glover )
  • Ciri :
    Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan penanaman. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman.
  • Gejala :
    Daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun yang dihisap hama.
  • Pengendalian :
  1. Pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman melon.
  2. Untuk pencegahan Penyemprotan Pestisida Organik Nasa yang berupa Pestona + Aero-810 dengan dosis (4 + 1/2) tutup / tangki semprot 14 liter. Lakukan penyemprotan di sore hari.
  3. Apabila sudah terserang kutu lakukan penyemprotan Pestisida Organik Nasa juga yang bernama Natural BVR dengan dosis 2-3 sendok makan /tangki 10 liter. Lakukan penyemprotan di sore hari.
2. Thirps (Thirps parvispinus Karny)
  • Ciri :
    Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa thirps berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. Thirps berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan meskipun tidak kawin). Serangan dilakukan di musim kemarau.
  • Gejala :
    Daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting, dan bercaknya kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thirps.
  • Pengendaliannya :
  1. Untuk pencegahan Penyemprotan Pestisida Organik Nasa yang berupa Pestona + Aero-810 dengan dosis (4 + 1/2) tutup/tangki semprot 10 liter. Lakukan penyemprotan di sore hari.
  2. Untuk tanaman yang sudah terkena Thirps Semprotkan Pestisida Oarganik Nasa yang berupa Natural Pentana + Aero-810 dengan dosis (3+1/2) tutup / tangki semprot. Lakukan penyemprotan di sore hari.

PENYAKIT

1. Layu Fusarium
  • Penyebab:
    Lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab).
  • Gejala :
    Timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur.
  • Pengendalian :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Supernasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 )tutup/tangki,lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan sekitar 20gr (1 sendok makan) ke lubang tanah di sekitar tanaman semangka  yang mau ditanamkan.
  3. untuk  pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara ( pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup / tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.
2. Layu bakteri
  • Penyebab :
    Bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm.
  • Gejala:
    Daun dan cabang layu dan terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau, kemudian tanaman layu secara keseluruhan. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Supernasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 )tutup/tangki. Lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan sekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman semangka  yang mau ditanamkan.
  3. untuk  pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara ( Pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup / tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.
3. Penyakit busuk pangkal batang (gummy stem bligt)
  • Penyebab:
    Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker.
  • Gejala : pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin.
  • Pengendaliannya :
  1. Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa Supernasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % – 50%  dari anjuran dinas pertanian setempat. Serta penyemprotan Pupuk organik cair NASA yaitu POC NASA + Hormonik dengan dosis ( 5 + 1 )tutup/tangki. Lakukan penyemprotan di pagi hari.
  2. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan sekitar 20gr ( 1 sendok makan ) ke lubang tanah di sekitar tanaman semangka  yang mau ditanamkan.
  3. untuk  pencegahan lakukan penyemprotan dengan  menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara ( pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup / tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.
Demikian info yang dapat kami persembahkan, Hama lebih baik dikendalikan dari awal kita berbudidaya, agar hama tidak kebal dari obat pembasmi. Semoga sukses selalu untuk anda.



Pemesanan Produk Natural Nusantara (NASA)
Hubungi Kami -
Distributor Resmi PT Natural Nusantara
Jl. Dewi Sartika Raya No. 2 Rt 01/05
Semarang, Jawa Tengah kode Pos 50191
Abdillah Munir, SHi
081222593115 (Telp/SMS/WA/Line)
BBM: 5AB6F421
Amalia Amd, Keb
081901092128  (Telp/SMS/WA)
BBM: 5F41C406
Layanan konsultasi dan order :
HP Call/SMS/WA: 081222593115